Commuter Line or Busway, antara Depok dan Jakarta

Naek commuter line itu emang pinter2 nyari jadwal…
Sharing pagi ini…saya mau share rute depok jakarta di pagi hari versi saya.
Alhamdulillaah saat ini dan beberapa waktu ke depan diberi rejeki buat tinggal di depok, daerah steamer a.k.a kukusan.
Berhubung saya dan istri cukup rempong dalam naek angkutan, kurang seneng kalo naek yg pajejel-jejel atau pinuh sehingga berasa lauk pindang maka kita memilih strategi ini:
1. Berangkat 5.20 dari Pocin, stand by dari jam 5.10 maksimal walau kadang suka injury time keneh. Naek KRL yg start dari stasiun depok, Lumayan gak penuh kayak yang dari Bogor.
2. Kalo lewat dari jam di atas, karena istri kerjanya d BNI sudirman, sementara saya mah dekat2 sajo yaitu di Kalibata, maka kita memutuskan agar istri saya drop di halte ragunan (di bawah jam 6) atau deptan buat naek TransJekardah. Ini busnya kata istri enak alias kosong, bisa duduk asal ya tadi Berangkat Pagi.
3. Hari ini nemu jalur baru, dari jam 6 stand by d stasiun depok lama, naek KRL balik jam 6.40 k jatinegara, siap2lah untuk berebut kursi ūüėĀ

Alhamdulillaah sejauh ini bersyukur tinggal d depok, teu hese teuing angkutan

Sakitu wae ah, Cag!

Salam Olahraga

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Biweekly routine after move to Depok,
Datang pagi itu seger kawan, ga gitu kena macet, dan bisa ngapa2in dulu.

Demi menjadi suami siaga, ayo olahraga heula.

Thanks to REKIND ada tempat fitnessnya

Mens sana in corpore sano…
A sound mind in a sound body!

Salam Olahraga!

IMG_2379.JPG

First Post (Again)

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Hari ini adalah hari di mana aku mencoba memutuskan untuk menulis (lagi). Tulisan kemarin saya timpa saja, karena rada alay sigana.

Well i don’t find anything to do so with the whole new routinity ūüôā

10 minutes ago I’ve just arrived at¬†office, PT.Rekayasa Industri, kantor para penerus Pahlawan katanya, well said.

Mencoba memulai kehidupan sebagai seorang suami, seorang engineer, dan seorang warga Depok.

Sejauh ini naik kereta atau motor masih nyaman2 saja, asal berangkat lebih pagi (lebih seger men!!) dan untungnya di kantor ini kalo masuk pagi bisa pulang jam empat! Manteb, at least mengurangi kecenderungan saya menjadi stereotype pekerja Jakarta pada umumnya. Walaupun biasanya saya dengan senang hati berlembur.

Well, let me introduce myself, perkenalkan, nepangkeun

Nama saya Fian Ardiyana, seseorang yang lahir dari Pernikahan seorang¬†Engineer yang Ulet dan Ahli Matematik yang super master multi tasking, Papah dan Mamah, beneran si Mamah walaupun bukan sarjana kalau udah ngitung sayah kalaaah, dan skill multi tasking ibu2nya juara, kalo si Papah adalah role model cita2 anaknya, He’s an architect, and a civil engineer later on.

Saya keturunan USA, Urang Sunda Asli, Namun kehidupan nomaden bukan hanya membuatku merasa bangga dan cinta kepada tanah sunda tanah parahyangan, tapi juga kepada Negeri ini Indonesia.

Apa yang kutempuh selama sekolah di berbagai daerah dan kuliah di kampus multi etnis Ganesha 10, membuat diri ini ber-azzam, berikrar untuk berkarya kepada negeri ini dan rakyatnya, walaupun mungkin tidak sedahsyat ikrarnya Pak Habibie, setidaknya biarkan aku mencintai negeri ini.

Baiklah sudah mau jam 7, rasanya tak elok kalau saya tak berujar Untuk Tuhan, Bangsa dan Maung Bandung!

#MasihDalamSuasanaPERSIBJUARA